Jakarta, Gelaran akbar GPHRI x OCTF Conference & Expo 2025 resmi dibuka hari ini di Tiara Ballroom, Mangkuluhur Artotel, Semanggi, Jakarta. Acara kolaborasi antara Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia (GPHRI) dan Overseas Trade Fair China (OCTF) ini menjadi forum monumental yang mempertemukan ratusan pemasok, investor, produsen, serta pelaku industri hospitality dari Indonesia dan Tiongkok.
Pembukaan acara dihadiri oleh para tokoh penting, termasuk Deputi Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, Rizky Handayani, Ketua Umum IHGMA Dr. Arya Pering Arimbawa, Ketua Umum INAFBC Mayjend TNI (Purn.) Jan Pieter Ate, Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag RI Reza Pahlevi Chairul, serta perwakilan China Travel & Restaurant Association.
Indonesia, Kekuatan Pariwisata Baru di Asia
Dalam pidato pembukaan, Vera Umbara, Ketua Umum GPHRI, menegaskan bahwa Indonesia sedang memasuki fase penting dalam sejarah pariwisatanya. “Dalam dua sampai lima tahun ke depan, Asia Pasifik akan menjadi episentrum pertumbuhan pariwisata dunia dan Indonesia berada di pusatnya,” disampaikan dalam pernyataan resminya.
Pertumbuhan kelas menengah, urbanisasi cepat, meningkatnya belanja wisata, serta pembangunan hotel baru dan ekspansi jaringan restoran menjadikan Indonesia bukan sekadar pasar besar, tetapi future demand generator bagi industri hospitality global.
Di tengah dinamika ini, kebutuhan terhadap efisiensi rantai pasok, standardisasi mutu, modernisasi teknologi, dan konektivitas global semakin tidak terhindarkan.
Peran Strategis GPHRI dalam Ekosistem Hospitality Nasional
GPHRI, sebagai wadah ratusan pemasok dan penyedia barang serta layanan untuk hotel dan restoran di seluruh Indonesia, turut mengambil peran sentral dalam mendorong transformasi industri.
Dalam forum ini disampaikan bahwa GPHRI tidak hanya menjadi jembatan antara pemasok dan pelaku usaha, tetapi juga menjadi pusat:
- Co-creation & co-manufacturing antara pelaku Indonesia dan Tiongkok
- Transfer teknologi dari smart kitchen, food processing, hingga digital hospitality
- Market onboarding, memastikan mitra internasional memahami regulasi
budayabisnis, dan standar Indonesia
- Business matchmaking yang tepat sasaran antara buyer lokal dan produsen teknologi terbaik
“Kerja sama ini tidak hanya soal transaksi jual beli. Ini tentang menciptakan ekosistem yang adil, berkelanjutan, dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” tegas Ketua Umum GPHRI dalam pidatonya.
Sinergi Indonesia–Tiongkok: Grow Stronger Together
Kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok menjadi sorotan utama dalam pembukaan konferensi. Tiongkok sebagai pusat teknologi dan manufaktur, serta Indonesia sebagai pasar yang berkembang pesat, dinilai memiliki potensi besar membangun sinergi industri yang kuat.
“Jika digabungkan dengan benar, kerja sama ini akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan skill tenaga kerja, serta mengangkat kualitas pariwisata Indonesia,” disampaikan dalam pidato tersebut.
GPHRI menekankan bahwa kolaborasi ini membawa lebih dari sekadar barang. Ia membawa:
- Investasi baru
- Teknologi modern
- Standardisasi internasional
- Peningkatan kualitas layanan wisata nasional
Konferensi dan Expo yang Padat Inovasi
Agenda konferensi selama dua hari membahas berbagai isu strategis seperti:
- digitalisasi operasional hotel & restoran
- teknologi AI untuk smart hotel
- efisiensi rantai pasok dan cold chain
- sustainability & eco-friendly hospitality
- peluang investasi bilateral dan kerja sama jangka Panjang
Sementara itu, area expo menghadirkan beragam inovasi mulai dari Smart Kitchen IoT, peralatan housekeeping otomatis, mesin kopi berteknologi baru, furnitur modular, hingga produk F&B premium dari berbagai provinsi di Tiongkok.
Para pelaku usaha memanfaatkan kesempatan untuk negosiasi dagang, penjajakan impor, kesempatan produksi private label, hingga rencana joint venture.
Membangun Masa Depan Hospitality Indonesia
Acara ini dipandang sebagai momentum kuat bagi industri hospitality Indonesia untuk naik kelas dan memperkuat daya saing nasional. Vera Umbara (Ketua Umum GPHRI) menyampaikan bahwa melalui kolaborasi, bukan kompetisi, Indonesia dapat memastikan tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan Asia, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan produksi hospitality kelas dunia.
“Grow together, rise together,” menjadi pesan utama yang menggema dalam penutupan pidato pembukaan.
Forum ini juga menandai langkah awal dari rencana penyelenggaraan agenda tahunan GPHRI x OCTF, dengan cakupan yang berpotensi diperluas pada pengembangan SDM, sertifikasi internasional, dan penguatan rantai pasok nasional.
