You are currently viewing Menteri Perdagangan Budi Santoso menerima Audiensi GPHRI, Bahas Strategi Kuatkan Industri Hospitality dan Perluas Jejak Kuliner Indonesia di Dunia

Menteri Perdagangan Budi Santoso menerima Audiensi GPHRI, Bahas Strategi Kuatkan Industri Hospitality dan Perluas Jejak Kuliner Indonesia di Dunia

  • Post category:Kegiatan

Jakarta – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Bapak Budi Santoso, menerima audiensi resmi dari Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia (GPHRI) dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif di kantor Kementerian Perdagangan RI, Jakarta, pada awal pekan ini. Audiensi ini menjadi forum penting bagi pemangku kepentingan industri hospitality untuk berdiskusi mengenai rencana strategis yang mendukung percepatan pemulihan dan pengembangan sektor hotel, restoran, serta pariwisata Indonesia.

 

Dalam pertemuan tersebut, delegasi GPHRI yang dipimpin oleh Vera Umbara, menyampaikan sejumlah aspirasi sektor, termasuk kebutuhan sinergi kebijakan guna meningkatkan daya saing rantai pasok hotel dan restoran secara nasional dan internasional. GPHRI menegaskan peran strategisnya sebagai asosiasi yang menghimpun pelaku usaha penyedia barang dan jasa untuk hotel dan restoran, dalam memperkuat ekosistem hospitality yang berkelanjutan dan produktif.

 

Menteri Budi Santoso menyambut baik audiensi tersebut, menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku industri merupakan kunci utama untuk merespons tantangan global dan memperluas peluang usaha Indonesia. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan domestik, tetapi juga memperluas penetrasi produk dan layanan Indonesia ke pasar internasional. Dalam arahannya, Mendag Budi juga menggarisbawahi bahwa dukungan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah serta percepatan program ekspor tetap menjadi prioritas utama di Kementerian Perdagangan.

 

Salah satu topik strategis yang dibahas adalah penguatan Program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia), sebuah inisiatif lintas kementerian yang bertujuan memperluas kehadiran restoran dan kuliner Indonesia di luar negeri melalui standar menu otentik, promosi cita rasa khas Nusantara, serta dukungan pemasaran internasional. Program ini diluncurkan sebagai kelanjutan dari Indonesia Spice Up The World (ISUTW) dan telah dirancang untuk dikurasi di sejumlah kota global seperti New York, London, Amsterdam, Tokyo, dan Sydney sebagai pilot project.

 

Mendag Budi Santoso menyatakan bahwa S’RASA bukan sekadar program kuliner, tetapi juga strategi diplomasi ekonomi yang akan membuka peluang ekspor rempah, bumbu, serta produk hilir lainnya dari Indonesia. Ia melihat program ini sebagai sarana untuk memperkuat brand kuliner Indonesia di level internasional serta sebagai lokomotif penggerak bagi sektor UKM dan industri kreatif Indonesia.

 

Mendag Budi Santoso dan Ketua Umum GPHRI Vera Umbara telah sepakat untuk mendorong dan mendukung produk-produk lokal dalam negeri agar dapat mendominasi pasar, terutama yang terkait pada Pariwisata Indonesia, sebagaimana Kemendag RI sebelumnya telah menginstrusikan BUMN KAI untuk menggunakan produk-produk  lokal dalam negeri sebagai kebutuhan, peralatan dan perlengkapan pada operasional dan manajemen. Untuk kedepan diharapkan industry hospitality, baik perhotelan dan restoran juga dapat mewujudkan hal yang sama, maka tidak perlu untuk melakukan impor barang yang dimana produksi dalam negeri bisa memuhi kebutuhan.

 

GPHRI sendiri menaruh harapan besar pada kolaborasi yang lebih erat dengan Pemerintah, terutama dalam hal penyelenggaraan pelatihan SDM, peningkatan kualitas rantai pasok, adopsi teknologi, serta perluasan akses ke pasar global. Asosiasi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program strategis pemerintah yang dapat memperkuat fondasi industri hospitality Indonesia dalam jangka panjang.

 

Dengan momentum audiensi ini, terbangun optimisme bahwa sinergi antara sektor swasta dan pemerintah akan semakin solid membuka peluang nyata bagi penguatan sektor perhotelan, restoran, dan kuliner sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional, serta dalam memperkuat posisi Indonesia di peta global sebagai negara dengan budaya kuliner yang kaya dan beragam.