Jakarta, GPHRI x OCTF Conference & Expo 2025 resmi dibuka di Mangkuluhur Artotel, Semanggi, Jakarta, menandai momentum besar bagi transformasi industri hospitality Indonesia. Acara dua hari ini mempertemukan ratusan pelaku usaha, pemasok, investor, dan perwakilan pemerintah dari Indonesia dan Tiongkok dalam upaya memperkuat jaringan rantai pasok, meningkatkan kualitas layanan, dan membuka peluang investasi baru yang berkelanjutan.
Pembukaan acara turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Deputi Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, Rizky Handayani, yang hadir mewakili pemerintah dan menyampaikan pemaparan strategis mengenai kondisi terkini pariwisata Indonesia.
Kinerja Pariwisata Indonesia Terus Melesat di 2025
Pariwisata Indonesia mencatat kinerja gemilang sepanjang Januari–September 2025. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 11,43 juta orang, tumbuh 10,22% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara perjalanan wisatawan nusantara melonjak hingga 901,90 juta perjalanan, atau naik 18,99% secara tahunan.
Capaian ini menunjukkan pulihnya mobilitas masyarakat dan meningkatnya daya tarik destinasi domestik maupun internasional.
Investasi Pariwisata Catat Laju Impresif
Pada semester I 2025, realisasi investasi sektor pariwisata mencapai Rp 34,02 triliun, meningkat 44,03% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini telah memenuhi 59,80% dari target investasi 2025 sebesar Rp 56,8 triliun dan menyumbang 3,6% realisasi investasi nasional.
Dari total investasi tersebut:
- Investasi PMDN mendominasi dengan porsi 73,86%, meningkat tajam 73,91% YoY
- Investasi PMA berkontribusi 26,13%, dengan sedikit koreksi –3,05% YoY
- Distribusi investasi relatif seimbang antara Luar Jawa (51,20%) dan Jawa (48,80%)
Sektor hotel bintang dan restoran masih menjadi primadona investasi, baik untuk PMA maupun PMDN.
Penyerapan Tenaga Kerja Menguat
Pertumbuhan investasi berbanding lurus dengan peningkatan lapangan pekerjaan. Sepanjang semester I 2025, sektor pariwisata menyerap 66.705 tenaga kerja, tumbuh 30,04% YoY. Angka ini menunjukkan industri pariwisata terus menjadi penyumbang signifikan bagi perekonomian nasional.
Fokus Transformasi: Digitalisasi, Rantai Pasok, dan Investasi Berkelanjutan
Dalam rangka memperkuat fondasi industri, GPHRI X OCTF Conference & Expo 2025 menyoroti tiga pilar utama pengembangan:
- Transformasi Digital
Mendorong akselerasi pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas layanan, dan integrasi digital di seluruh rantai nilai pariwisata.
- Penguatan Rantai Pasok Hospitality
Menyusun ekosistem supply chain yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, termasuk keterlibatan UMKM nasional.
- Investasi Berkelanjutan
Fokus pada investasi yang berdampak sosial, ekonomi, dan lingkungan, selaras dengan konsep pariwisata hijau.
Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan
Acara ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, masyarakat, akademisi, dan media. Pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, sementara industri menjadi penggerak utama penciptaan lapangan kerja dan inovasi. Akademisi menyediakan riset dan pengembangan, media berperan dalam membentuk opini publik, dan masyarakat menjadi bagian integral dalam ekosistem pariwisata.
Kemenpar RI menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh pelaku industri, tetapi melalui sinergi akademisi, pemerintah, industri, masyarakat, dan media. Kolaborasi multipihak ini menjadi fondasi untuk menciptakan ekosistem hospitality yang tangguh dan adaptif.
